Kehancuran Old Trafford Tak Mengherankan
March 17, 2014 oleh Taufik Nur Shidiq
Dilihat sebanyak 29,132 Kali
Melihat data dan fakta yang tersaji, tak
membingungkan menyaksikan United yang hebat itu hancur di kandang
sendiri.
Apa
yang terjadi di hadapan 75.225 pasang mata di Stadion Old Trafford
adalah pemandangan yang tidak diharapkan oleh para pendukung Manchester
United dan tidak dapat dipercaya keberadaanya oleh awam yang tidak
memperhatikan data-data yang sebenarnya ada. Terutama mereka yang
mengatakan bahwa United seringkali dibela oleh wasit.

Semalam, tuan rumah tiga kali diganjar penalti atas
pelanggaran-pelanggaran yang mereka terima. Sesuatu yang langka, karena
United adalah tim ketiga sepanjang sejarah Premier League yang dihukum
dengan tiga penalti di satu pertandingan yang sama, menyamai catatan
yang sebelumnya telah ditorehkan oleh Bradford dan Tottenham. Old
Trafford yang disebut-sebut sebagai benteng United pun tak kebal dari
penalti. Nyatanya, Opta menemukan bahwa enam penalti terakhir yang
diterima oleh United terjadi di kandang mereka sendiri.


Fakta bahwa Liverpool adalah tim yang berhasil mendapatkan penalti
terbanyak di Old Trafford sejak era Premier League semakin menegaskan
fakta bahwa kedua tim adalah rival abadi yang kebenciannya mengakar.
Sejak bergulir di tahun 1992, Premier League telah mencatat enam penalti
di Old Trafford untuk Liverpool, tim yang dalam sejarah Premier League
mendapatkan penalti terbanyak (125) dan juga tim yang paling banyak
mencetak penalti (94). Steven Gerrard menjadi penyumbang terbanyak
dengan catatan 25 gol dari titik putih.
Berbicara mengenai Gerrard, ada fakta lain yang juga disajikan oleh
Opta yang akan menjadikan dirinya sebagai pangeran sejati Liverpool yang
benar-benar membawa permusuhan klubnya ke dalam diri: Steven Gerrard
dengan lima gol yang ia cetak di Old Trafford adalah pemain tim lawan
yang paling banyak mencetak gol di kandang United sejak era Premier
League.

Selain Gerrard, ada dua nama lain yang mencuri perhatian di
pertandingan semalam: Luis Suarez dan Nemanja Vidic. Suarez, dengan
tambahan gol yang ia cetak semalam, berhasil menjadi pemain Liverpool
kedua di era Premier League yang berhasil mencetak 25 gol dalam semusim
setelah Robbie Fowler melakukannya sebanyak dua kali. Mengenai Vidic,
kartu merah yang ia terima semalam adalah kartu merah keenamnya di
Premier League. Ia menerima dua kartu merah melawan dua tim saja:
Liverpool (4) dan Chelsea (2).

Mengenai keberhasilan Liverpool menjaga gawang mereka tetap perawan
sekaligus kegagalan United untuk mencetak gol semalam, kedua tim
sama-sama menorehkan catatan. Liverpool berhasil mencatatkan clean sheet
di dua pertandingan berturut-turut sejak bulan September dan total gol
kandang United hingga saat ini baru 18 saja, jumlah yang sama dengan
jumlah keseluruhan gol yang dicetak oleh Fulham. Kegagalan United untuk
meraih angka di pertandingan melawan Liverpool juga membuat diri mereka
menyamai rekor kekalahan yang pernah mereka derita dalam satu musim
Premier League.